aku yang tertarik, dia yang belum selesai

 aku pernah tertarik pada seseorang.

nggak bisa dibilang cinta, tapi juga bukan sekadar kagum biasa.

ada rasa yang muncul setiap kali dia ada.

dan akhirnya aku mutusin buat jujur, buat bilang langsung ke dia.

aku pikir, setelah aku ungkapin, semuanya bakal lebih ringan.

tapi ternyata... dia belum selesai.

belum selesai sama orang lamanya.


dan lebih parahnya lagi...

orang lamanya itu sekelas denganku.

setiap hari kami duduk di ruangan yang sama, pura-pura nggak ada apa-apa.

padahal ada.

aku jadi sasaran sindiran, tiap kata-kata tajam itu keluar dari mulutnya.

aku diserang tanpa alasan yang adil.

aku cuma tertarik, aku nggak pernah berniat merusak.


iya, dia memang cantik.

penampilannya selalu menarik perhatian.

tapi kelakuannya...

itu yang bikin banyak orang mulai jaga jarak.

terlalu tajam, terlalu penuh ego, terlalu mudah menghakimi.


aku nggak minta untuk diterima.

aku cuma pengin dimengerti, bahwa perasaan itu datang tanpa bisa dikontrol.

dan aku udah cukup kuat untuk mengakuinya.

tapi sekarang, aku juga harus cukup kuat buat nerima luka-luka yang ikut datang setelahnya.


aku masih di kelas yang sama.

masih pura-pura nggak terganggu.

padahal aku cuma pengin sedikit tenang.

cuma pengin duduk tanpa merasa jadi bahan.

aku nggak mau jadi tokoh utama di dra

ma yang nggak pernah aku tulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Sahabatku, Sekar — Terima Kasih Sudah Datang di Hidupku 💖

Buat Malay, yang Sekarang Udah Asing Lagi

Teman Virtualku di Roblox — Terima Kasih Teh Rara 🎮💗