lebih nyaman diam-diam
sejak kejadian itu, aku berubah.
aku mulai menyimpan perasaan rapat-rapat.
bukan karena aku nggak bisa suka lagi, tapi karena aku takut.
takut diabaikan, takut dihina, takut dianggap ganggu hubungan orang lagi.
aku jadi lebih nyaman mengagumi seseorang dari jauh.
melihat senyumnya, mendengar suaranya, lalu menyimpan semuanya sendiri.
aku mulai belajar bahwa nggak semua rasa harus diungkapkan.
nggak semua perhatian harus ditunjukkan.
dan nggak semua rasa suka harus dijelaskan.
kadang, cukup aku yang tahu.
cukup aku yang merasa.
cukup aku yang menyayangi... diam-diam.
mengagumi tanpa berharap,
menyukai tanpa mengganggu,
mendoakan tanpa diketahui.
karena ternyata, diam-diam pun bisa setulus itu.
dan
aku nyaman di sana.
Komentar
Posting Komentar